Entri Populer

Senin, 28 Februari 2011

Tingkatan Pengetahuan

Pengetahuan
1     Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.Penginderaan terjadi melalui pancaindera manusia, yakni: penglihatan, pendengaran, penciuman dan peraba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh oleh mata dan telinga.Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior) (Notoatmodjo, 2002)
Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Agar manusia biasa melakukan sesuatu hal diperlukan unsur-unsur, yaitu:
1.      Pengetahuan/pengertian apa yang dilakukan
2.      Keyakinan tentang manfaat dan kebenaran hal yang dilakukannya
3.      Sarana yang diperlukan untuk melakukan suatu tindakan
4.      Dorongan/motivasi untuk berbuat yang disadari oleh kebutuhan yang dirasakan
Dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Mengungkapkan bahwa sebelum seseorang menerima informasi untuk melakukan perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi suatu proses berurutan sebagai berikut :
1.      Awarenes (kesadaran) dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap objek (stimulus)
2.      Interest (masa tertarik) tertarik terhadap stimulus atau objek tersebut, sikap objek pada tahap ini mulai timbul
3.      Evaluation (menimbang-nimbang) menimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap dan responden sudah mulai lebih baik
4.      Trial, dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus
5.      Adaption, dimana subjek telah berlaku sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus
Namun demikian penelitian selanjutnya Roger (1974) menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap-tahap tersebut di atas.
2     Tingkatan Pengetahuan
Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa pengetahuan memiliki enam tingkatan, yaitu :

a         Tahu (Know)
Tahu adalah suatu kemampuan untuk mengingat kembali suatu materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Yang termasuk kedalam tingkatan pengetahuan ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik yang dipelajari atau rangsangan yang telah di terima. Oleh sebab itu “Tahu” ini merupakan tingkatan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, mengidentifikasi, menyatakan dan sebagainya.
b        Memahami (Comprehension)
Adalah merupakan suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi terssebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan, Contoh menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
c         Aplikasi (Aplication)
Adalah merupakan suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsif, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.
d        Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen,tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitanya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat di lihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokan dan sebagainya.
e         Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukan pada suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun, merencanakan, meringkas, dan menyesuaikan rumusan yang ada.
f         Evaluasi (Evaluation)
Adalah suatu kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri., atau menggunakan criteria yang telah ada.
3     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
 Menurut teori Notoatmodjo (2002) mengatakan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:
1.      Pengalaman
Diperoleh dari pengalaman sendiri maupun orang lain. Pengalaman yang sudah diperoleh dapat memperluas pngetahuan seseorang.
2.      Keyakinan
Biasanya keyakinan diperoleh secara turun-temurun dan tanpa ada pembuktian terlebih dahulu. Keyakinan ini biasanya mempengaruhi penetahuan seseorang, baik yang sifatnya positif maupun negatif.
3.      Fasilitas
Fasilitas  sebagai  sumber informasi yang dapat  mempengaruhi pengetahuan seseorang misalnya radio, TV, majalah, buku  dan  lain-lain.
4.      Sosial Budaya
Kebudayaan setempat dan kebiasaan didalam keluarga dapat mempengaruhi pengetahuan,persepsi dan sikap seseorang terhadap sesuatu.


Minggu, 27 Februari 2011

Uji Pukul Takik Carpy


UJI PUKUL TAKIK CHARPY

  1. Tujuan Pengujian
Ketahanan terhadap pembebanan tiba–tiba yang diukur dengan pengujian impak.

  1. Dasar teori
Pengujian impak benda uji yang diberi takikan (notch). Benda takikan (V atau U) akan mempengaruhi harga impak. Besaran yang diukur dalam pengujian ini adalah harga impak (kerja per satuan luas). Pada umumnya bahan menunjukan sifat getas (britle) pada temperatur rendah (misalnya : Cryogenic Temperature Range). Dengan pengujian impak dapat ditentukan temperatur transisi dari sifat ulet ke sifat getas.

Mesin Uji

Mesin uji yang digunakan : Impact Testing Machine tipe pendulum dengan kapasitas yang memadai dan mesin tersebut dibautkan pada lantai beton.

Balok Uji

Balok uji yang digunakan untuk meletakan batang uji atau menjepit batang uji. Balok uji terdiri dari penahan (anvil) dan dudukan (support).

  1. Langkah Pengujian  / Prosedur Pengujian
·         Pengukuran harga impak dilakukan atas batang uji spesimen dengan ukuran standar yang telah diberikan takikan (notch).
·         Catat temperatur ruangan.
·         Catat temperatur benda kerja.

3.1  Uji Blangko
Kerugian gesekan total pada bantalan mesin dan angin selama ayunan dalam arah pukulan tidak lebih dari 0,75 % kapasitas skala, dan kerugian energi pendulum dari gesekan pada mekanik jarum skala tidak lebih dari 0,25 % kapasitas skala.

Suhu Pengujian

Suhu pengujian untuk batang uji charpy  dilaksanakan pada suhu 150C sampai 320C. jika suhu pengujian diisyaratkan selain tersebut diatas, maka pengujian dilaksanakan menurut prosedur yang berlaku.

3.2 Pengoperasian Mesin Uji
·          Setel indikator energi pada pembacaan skala maksimum.
·          Jika digunakan medium pendingin atau pemanas, ambil batang uji dari medium tersebut kemudian letakkan pada posisi yang benar diatas landasan dan lepaskan pendulum secara hati-hati.
·          Urutan dari pengambilan batang  uji dari medium sampai peletakan batang uji dan pelepasan pendulum harus dilakukan kurang dari 5 detik.
·          Jika batang uji gagal patah, pengujian jangan diulangi  tetapi catat faktanya apakah karena indikasi kekenyalan yang berlebihan atau energi pukulan yang tidak mencukupi.
·          Hasil uji tidak perlu dimasukkan ke dalam nilai rata-rata.
·          Jika batang uji macet pada mesin uji, abaikan hasilnya dan periksa kondisi mesin dari kerusakan atau ketidakmampuan  yang akan mempengaruhi kalibrasinya.
·          Untuk mencegah perekaman nilai yang salah yang disebabkan jarum bergetar saat mengunci pendulum pada posisi atas, maka diutamakan membaca nilai uji dari indikator sebelum mengunci pendulum untuk uji selanjutnya.

3.3 Penentuan Energi Pukulan
Tentukan energi pukulan dengan membaca langsung pada skala. Lakukan instruksi kerja seperti yang dituliskan  pada tabel instruksi kerja yang tergantung pada mesin impak.



3.4 Pengukuran Ekspansi Lateral
Teknik yang digunakan dalam penentuan ekspansi lateral ini harus dapat memberikan nilai ekspansi sama denga jumlah dari 2 nilai tertinggi yang diperoleh dari setiap sisi tonjolannya dengan mengukur dua bagian patahan secara terpisah. Jumlah ekspansi pada setiap sisi dari masing-masing patahan batang  uji harus diukur relatif terhadap bidang datar sisi batang uji yang tidak mengalami deformasi (W).

  1. Data Pengujian
Lihat gambar berikut.











  1. Tugas Sebelum Praktikum
a.    Gambar dan tuliskan macam-macam standar pengujian impak !
Takik “V”
 


Takik “U”


Takik “key hole”


b.    Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga impak ? Coba saudara jelaskan!
Jawab :
o   cuaca atau temperatur.
o   jenis bahan atau komposisi.










  1. Tugas Sesudah Praktikum
a.    Jelaskan perbedaan utama antara patah ulet dengan patah getas ?
Jawab :
Perbedaan antara patah ulet dengan patah getas yaitu pada patah ulet yang berbentuk dimpel, menyerap cahaya serta penampilan yang buram, sedangkan patah getas yang datar memperlihatkan daya pantulan cahaya yang tinggi serta pemantulan yang berkilat.

b.    Hal-hal manakah yang cenderung menyebabkan patah getas ?
Jawab :
Hal – hal yang menyebabka patah getas yaitu :
Terdapat 3 faktor yang mendukung terjadinya patah getas sebagai berikut :
a)    Keadaan tegangan tiga sumbu
b)   Suhu rendah
c)    Laju regangan  atau pembebanan yang tinggi
Ketiga faktor tersebut tidak perlu ada persamaan pada terjadinya patah getas, sebagian kegagalannya disebabkan terjadinya tegangan tiga sumbu, seperti yang terjadi pada takik dan oleh suhu yang rendah.akantetapi kedua penyebab yang paling menonjol apabila terjadi pembebanan yang tinggi.

c.    Berikan interpretasi mengenai harga impak serta bentuk patahan atas pengujian yang  dilakukan !
Jawab :
Interpretasi mengenai harga impak dan bentuk patahannya.Uji impak batang menghasilkan sebaran hasil percobaan yang cukup besar khususnya pada daerah suhu peralihan penyebab utama penyebaran tersebut adalah perbedaan setempat dari sifat baja, sedangkan penyebab lain adalah kesulitan untuk mempersiapkan takik yang seragam.baik bentuk maupun kedalaman takik merupakan besaran yang kritis.
d.    Jelaskan pengaruh anisotrapi pada pelat terhadap harga impak !
Jawab :
Pengaruh anisotrapi :
o   Mempunyai ketergantungan sifat pada arah
o   Sangat penting pada pembuatan tempa dan plat.
o   Arah melintang panjang dan arah tegak pendek.
o   Arah melintang pendek (minimum) hasil dari pengerjaan.




  1. Analisa Perhitungan
Diketahui : WM-1
l = 10,02 mm
t = 8,00 mm
A = 4,5
B = 3,4
Ak = 23,2 Nm
So = 80,46 mm2 = 0,816 cm2
Kc ==  Nm/cm2

Ekspansi lateral = Lebar setelah patah – Lebar awal
                           = 12,55 – 10,02 = 2,53 mm
Sf =
Dari hasil pengujian benda uji menunjukkan sifat kekenyalan yang baik.






                                                                                             

Sistem Pendinginan Engine


1).  Fungsi Sistem Pendingin
         Panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran di dalam motor dirubah menjadi tenaga gerak. Namun kenyataannya hanya sebagian dari panas tersebut yang dimanfaatkan secara efektif. Panas yang diserap motor harus dengan segera dibuang ke udara luar, sebab jika tidak maka motor akan terlalu panas dan komponen motor  cepat aus. Untuk itu pada motor dilengkapi dengan sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan.
         Pada motor bensin kira-kira hanya 23 %  energi panas  dari hasil pembakaran bahan bakar dalam silinder yang dimanfaatkan secara efektif sebagai tenaga. Sisanya terbuang dalam beberapa bentuk seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 17.  Keseimbangan panas

Pada gambar 17 di atas nampak bahwa dari total energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran, hanya 25 % yang dimanfaatkan menjadi kerja efektif. Panas yang hilang bersama gas buang kira-kira 34 %, panas yang terbuang akibat proses pendinginan 32 %, akibat pemompaan 3 %, dan akibat gesekan 6 %.
Secara garis besar fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut :
a)    Untuk mengurangi panas motor. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor, sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut.
b)   Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut, komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan  emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.
c)    Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai. Hal tersebut akan terpenuhi apabila pada motor terdapat sistem pendingin yang dilengkapi dengan komponen yang memungkinkan hal tersebut terjadi.
d)   Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin.
 
2).   Macam Sistem Pendingin
        Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam, yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.

a)   Sistem Pendingin Udara
Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder.
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar  mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna.
Untuk menciptakan aliran udara, ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara, maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna.

b)    Sistem Pendingin Air
Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air, maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan.
Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation), sedangkan sepedamotor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan.
Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal.  Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain : 1) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil ; 2)  Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil ; 3) Mantel air dan air dapat meredam getaran ; 4) Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang  berat ; 5) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas. Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu : 1) Bobot mesin lebih  berat (karena adanya air, radiator, dsb.) ; 2) Waktu pemanasan lebih lama ; 3) Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze ; 4) Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating ; 5) Memerlukan kontrol yang lebih rutin.
Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 18. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang karet. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri.
      
Gambar 18. Konstruksi sistem pendingin air

Pada saat mesin masih dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Air mendapat tekanan dari pompa air, tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan, maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass, sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.


Gambar 19.  Sistem pendingin air saat mesin dingin

         Pada saat mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.
Gambar 20.  Sistem pendingin air saat mesin panas
3).  Komponen Sistem Pendingin Air
        Berbeda dengan sistem pendingin udara, pada sistem pendingin air jumlah komponennya lebih banyak. Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas : radiator, pompa air, thermostat, kipas pendingin. Ada juga sistem pendingin air yang dilengkapi dengan kopling fluida.
a)    Radiator
Radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket. Bagian-bagian radiator antara lain : tangki air bagian atas (upper water tank), tangki air bagian bawah (lower water tank) dan inti radiator (radiator core). Cairan pendingin masuk ke tangki air bagian atas melalui selang atas. Pada tangki air bagian atas dilengkapi dengan lubang pengisian air dan saluran kecil yang menuju ke tangki cadangan. Pada tangki air bagian bawah dilengkapi dengan lubang penguras untuk mengeluarkan air pendingin pada saat mengganti cairan pendingin. Inti radiator terdiri atas pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah. Disamping itu juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin (fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin. Biasanya radiator terletak di depan kendaraan sehingga radiator dapat didinginkan oleh gerakan kenadaraan tersebut.
Gambar 21.  Konstruksi radiator

         Ada dua tipe inti radiator yang perbedaannya tergantung bentuk sirip-sirip pendinginnya, yaitu tipe plat (flat fin type) dan tipe lekukan (corrugated fin type) seperti terlihat pada gambar 22.
                                    a.  Tipe plat                             b. Tipe lekukan
Gambar 22. Tipe radiator
Beberapa kendaaraan modern menggunakan radiator versi terbaru yaitu tipe “SR“.
    Gambar 23.  Tipe SR
Inti radiator tipe SR (single row) mempunyai susunan pipa tunggal sehingga bentuk radiator menjadi tipis dan ringan dibanding dengan radiator tipe lain.

Pada bagian atas tangki radiator dilengkapi dengan lubang pengisian dan tutup radiator. Dalam hal ini tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk mencegah agar air pendingin tidak tumpah, tetapi berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. Dengan demikian jika tutup radiator rusak, maka tidak dapat diganti dengan sembarang tutup. Pada tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum.
Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik, maka tekanannya juga bertambah. Bila tekanan air pendingin mencapai 0,3 – 1,0 kg/cm2  pada 110 - 120° C, maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.





Gambar 24. Relief valve                Gambar 25. Air pendingin saat panas
Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti, maka dalam radiator terjadi kevacuman. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin.




Gambar 26. Vacum valve               Gambar 27.  Air pendingin saat dingin



b)   Pompa air
         Pompa air (water pump) berfungsi memompa air pendingin dari water jacket ke radiator yaitu dengan cara menekan cairan pendingin. Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau timing belt.

Gambar 28.  Komponen pompa air
c)    Thermostat
         Pada uraian terdahulu telah dijelaskan bahwa apabila air pendingin masih dalam keadaan dingin, maka air hanya bersirkulasi dalam water jacket. Apabila temperatur air pendingin telah panas maka air akan mengalir ke raditor untuk didinginkan. Komponen yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator dan sebaliknya adalah thermostat. Dalam hal ini thermostat berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator.
         Letak thermostat ada dua macam yaitu : tehermostat yang letaknya di saluran air masuk (water inlet) dan thermostat yang letaknya di saluran air keluar (water outlet).
(1) Thermostat yang letaknya di saluran air keluar.
Apabila temperatur air masih rendah, maka thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air.
Gambar 29. Sistem pendingin dengan thermostat di saluran air keluar
Pada saat temperatur air pendingin telah panas, maka thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass.
(2)  Thermostat yang letaknya di saluran air masuk
         Apabila temperatur air masih rendah, thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder, selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass.
Gambar 30.   Sistem pendingin dengan letak thermostat
                                   pada saluran air masuk


Pada saat temperatur air pendingin menjadi tinggi, maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan, selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air.
Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kira-kira pada 80° – 90° C. Kerja thermostat tergantung oleh suhu, apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik, mengakibatkan katup membuka atau menutup.
Gambar 31.  Cara kerja thermostat

         Pada thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem.
a. Dengan katup bypass
b. Tanpa katup bypass
Gambar 32. Macam thermostat

d)   Kipas pendingin
         Kipas pada sistem pendingin digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator. Pada proses pendinginan, radiator didinginkan oleh udara luar, tetapi pendinginannya belum cukup bila kendaraan tidak bergerak. Kipas pendingin ditempatkan di bagian belakang radiator. Penggerak kipas pendingin adalah mesin itu sendiri melalui belt atau motor listrik.

                     (1)  Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol
        Kipas pendingin jenis ini digerakkan terus menerus oleh poros engkol melalui tali kipas. Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin.
Gambar 33.  Kipas pendingin yang digerakkan poros engkol

Putaran kipas belum cukup besar apabila mesin masih berputar lambat, tetapi apabila mesin berputar dengan kecepatan tinggi, kipaspun berputar dengan kecepatan tinggi pula. Hal tersebut akan menambah tahanan sehingga kehilangan tenaga dan menimbulkan bunyi pada kipas. Untuk mencegah hal tersebut maka biasanya antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida.

(2)  Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik
Berputarnya kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik terjadi pada saat temperatur air pendingin panas. Temperatur air pendingin dikirimkan ke motor listrik melalui sinyal yang terdapat pada kepala silinder. Pada saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan, sinyal tersebut merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin. Dengan demikian kipas akan bekerja pada saat yang dibutuhkan, sehingga temperatur mesin dapat dicapai lebih cepat. Disamping itu juga membantu mengurangi suara bising yang ditimbulkan kipas pendingin.
      
Gambar  34. Kipas pendingin yang digerakkan motor listrik

Berputarnya kipas pendingin apabila temperatur mesin melebihi 93° C . Hal tersebut diatur oleh coolant temperatur switch yang dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator dan relay dari motor listrik.
Apabila kunci kontak pada posisi ON, mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93° C seperti terlihat pada gambar 35, coolant temperatur switch pada keadaan ini titik kontaknya dalam keadaan tertutup sehingga arus listrik mengalir melalui kunci kontak, relay, titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka sehingga arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir sehingga kipas tidak berputar.
Gambar 35. Cara kerja motor penggerak kipas saat mesin dingin.

Apabila temperatur air pendingin melebihi 93° C, titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka yang selanjutnya akan menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling berhubungan. Pada keadaan ini arus listrik akan mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator seperti terlihat pada gambar 36.

Gambar 36. Cara kerja motor penggerak kipas saat mesin panas.



c.  Rangkuman 2
1).   Fungsi sistem pendingin pada motor adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengurangi panas motor, karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.
b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi.
c)  Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya, karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan.
d)  Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin.
2).   Sistem pendingin yang digunakan pada motor pada umumnya ada dua macam yaitu :
a)  Sistem Pendingin Udara
Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder.
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Untuk menciptakan aliran udara, ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya.

b)  Sistem Pendingin Air
Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air, maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi.
Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal. Disisi lain sistem pendingin air mempunyai beberapa keunggulan antara lain : 1) Temperatur motor di beberapa tempat lebih merata, 2) Proses pemanasan motor lebih cepat, 3) Media pendingin yang berupa air dapat meredam suara mesin, 4) Media pendingin yang panas dapat digunakan sebagai sumber panas untuk memanaskan ruang penumpang.
3).    Pada sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang karet. Apabila temperatur mesin masih dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator.
4).    Pada saat mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.
5).   Pada umumnya komponen sistem pendingin air terdiri atas: radiator, pompa air, thermostat, kipas pendingin. Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari water jacket, sedang pompa air untuk menekan air dari water jacket ke radiator. Dalam hal ini yang mengatur arus lalu lintas air dari water jacket ke radiator adalah thermostat, sedang kipas pendingin berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan dengan jalan mensirkulasikan udara yang ada di sekitar radiator agar proses pemindahan panas berlangsung dengan cepat.
6).   Kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya temperatur kerja mesin yang ideal dapat dicapai dengan cepat, suara mesin lebih halus selama kipas belum berputar, dan tenaga motor lebih besar karena putaran kipas tidak menyerap tenaga dari poros engkol.
d.   Tugas 2
1).   Seorang pengemudi mengeluh bahwa air pendingin yang ada di tangki cadangan tidak mau kembali ke radiator pada saat mesin dingin sehingga setiap saat harus mengisi air pendingin ke radiator. Bagaimana analisa anda terhadap gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Jelaskan dengan singkat dan jelas alasannya.  
2).   Gambarlah sirkuit kelistrikan pada kipas pendingin yang digerakkan dengan motor listrik dan jelaskan pula kemungkinan gangguan yang terjadi jika kipas tidak mau berputar pada saat temperatur mesin telah panas (temperatur mesin telah melebihi  93° C).


e.   Tes Formatif  2
1).   Jelaskan apa fungsi sistem pendingin pada mesin dan bagaimana akibatnya apabila mesin tanpa pendingin ?
2).   Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dibanding dengan sistem pendingin udara ?
3).   Jelaskan bagaimana cara kerja sistem pendingin air ?
4).   Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja katup relief dan katup vacum pada tutup radiator ?
5).   Jelaskan dengan gambar bagaimana cara kerja thermostat?












f.   Kunci Jawaban Tes  Formatif 2
1).   Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengurangi panas motor, karena panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C.
b) Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi.
c) Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya, karena untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan.
d) Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, khususnya di negara-negara yang mengalami musim dingin.
       Apabila mesin tanpa pendingin maka panas yang dihasilkan motor dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor, sehingga  komponen motor tersebut akan rusak bahkan dapat berubah bentuk.

2).   Keuntungan sistem pendingin air dibanding sistem pendingin udara anatar lain :
a) Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga   kemung-kinan  distorsi kecil.
b) Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diper-lukan kecil
c)  Mantel air dan air dapat meredam getaran
d) Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang  berat
e) Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.
Kerugiannya :
a)  Bobot mesin lebih  berat (air, radiator, dsb.)
b)  Waktu pemanasan lebih lama
c)  Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze
d)  Kemungkinan terjadinya kebocoran air -- > overheating
e)  Memerlukan kontrol yang lebih rutin
3).   Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut :
a)  Pada saat mesin masih dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Air mendapat tekanan dari pompa air, tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan, maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass, sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.
b)  Pada saat mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.
4).   Cara kerja sistem pendingin air adalah sebagai berikut :
a)  Apabila volume air pendingin bertambah saat temperaturnya naik, maka tekanannya juga bertambah. Bila tekanan air pendingin mencapai 0,3 – 1,0 kg/cm2  pada 110 - 120° C, maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air pendingin masuk ke dalam tangki cadangan.


Gambar 37. Relief valve     Gambar 38. Air pendingin saatpanas

b)   Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti, maka dalam radiator terjadi kevacuman. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin.


   



Gambar 39. Vacum valve          Gambar 40.  Air pendingin saat dingin
5).   Cara kerja thermostat adalah sebagai berikut :
         Thermostat dirancang untuk mempertahankan agar temperatur cairan pendingin dalam batas yang diijinkan. Pada umumnya efisiensi operasi mesin yang tertinggi apabila temperaturnya kira-kira pada 80° – 90° C. Kerja thermostat tergantung oleh suhu, apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik, mengakibatkan katup membuka atau menutup.
Gambar 41.  Cara kerja thermostat


g.     Lembar Kerja 2
1)  Alat dan Bahan
a).   1 Unit engine stand (live)
b).    Kunci sock, kunci momen
c).    Tool box
d).   Radiator cap tester
e).   Thermometer
f).    Panci air
g).   Kompor pemanas
h).   Lap / majun.
2)  Keselamatan Kerja
a).   Gunakanlah perlatan servis sesuai dengan fungsinya.
b).   Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.
c).    Mintalah ijin kepada instruktur anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.
d).   Bila perlu mintalah buku manual mesin yang dijadikan training object.
3)  Langkah Kerja
a).   Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
b).   Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru/ instruktur.
c).    Lakukan pemeriksaan pada komponen sistem pendingin!
d).   Lakukan diskusi tentang cara kerja sistem pendingin!
e).   Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.
f).    Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.